Tak Sekedar Bicara Bisnis…
Random header image... Refresh for more!

Ada Gula Ada Semut, Ada Massa Ada Duit!

antikorupsiMelewati ruas-ruas protokol Jakarta pagi ini terasa ada yang berbeda. Jalanan terasa sepi dan lengang. Tapi, tidak halnya saat saya melintasi Bunderan HI dan kawasan Rasuna Said di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. Kerumunan massa tampak menyemut di kawasan tersebut.

Ya, hari ini (9 Des) adalah Hari Anti Korupsi Sedunia. Dan konsentrasi massa ini hendak mengikuti unjuk rasa anti korupsi.

Beberapa orang tampak berorasi. Yang lainnya ikutan berteriak. Namun beberapa terlihat bengong. Bahkan sebagian ada yang lebih memilih duduk-duduk sambil makan dan minum dari pedagang keliling yang sudah mangkal sedari pagi.

Saya berpikir sejenak. Tampaknya kerumunan orang seperti ini memang menjadi peluang bisnis yang sangat potensial. Pedagang makanan dan minuman adalah yang paling jelas terlihat. Seputaran bunderan Hotel Indonesia yang seharusnya steril dari pedagang kaki lima, hari ini disesaki pedagang soto atam, sate padang, siomay, asongan rokok, tukang nasi goreng, bakso, mie ayam, dll.

Belum lagi sebagian orang lainnya yang mendapatkan keuntungan dari momen seperti ini, seperti : aktivis LSM, tokoh politik, wartawan media, petugas keamanan, pengusaha angkutan, persewaan sound system, tukang bensin, tukang parkir, tukang sablon, tukang kain, tukang copet, juga massa demo sewaan. Untuk yang terakhir ini saya pernah dengar dari seseorang yang menjadi koordinator mencari orang-orang bayaran untuk ikut demo dengan imbalan makan siang, pil koplo, dan duit dua puluh ribu rupiah. Walah!

Selain itu, aktivitas demo anti korupsi ini memang betul-betul menjadi sorotan publik lantaran berita kontroversial yang melatarbelakanginya. Tengoklah kabar perseteruan KPK, polri, dan kejaksaan. Lalu, beranjak ke kontroversi telepon Anggodo yang menyeret banyak nama petinggi. Kemudian, berlanjut ke skandal korupsi Bank Century yang juga dikaitkan dengan beberapa pejabat teras negeri ini. Dan terakhir adalah sinyalemen dari Badan Intelejen Negara yang diamini Presiden tentang kemungkinan munculnya provokator oportunis yang bakal menunggangi acara ini.

Begitulah, ternyata kontroversi-kontroversi itu seperti sebuah advertising buzz marketing yang membuat acara unjuk rasa anti Korupsi ter-blow up secara luar biasa. Efeknya tentu berimbas pada fokus perhatian publik dan penggalangan massa secara besar-besaran. Dan secara tidak langsung, ini bakal menjanjikan potensi bisnis yang sangat besar.

Mitra bisnis online, pelajaran apa yang bisa ditarik dari peristiwa ini?

Kita bisa melihat bahwa setiap kerumunan massa selalu menyimpan potensi bisnis besar. Coba anda datang ke pasar, mall, pertandingan sepakbola, konser musik, pesta perkawinan, kampanye politik, pengajian akbar, atau demonstrasi dan unjuk rasa. Pasti di sana terdapat perputaran finansial yang luar biasa. Sebab di situ selalu akan selalu muncul transaksi-transaksi bisnis.

Analog dengan dunia bisnis online, Anda bisa menemukan bahwa ‘kerumunan’ massa di internet juga berpotensi bisnis yang besar. Kerumunan massa ini bisa berarti situs-situs yang memiliki traffic kunjungan besar. Situs itu bisa berupa web forum diskusi, seperti Kaskus, Detik Forum, atau Politikana. Atau situs lainnya, seperti : iklan baris, adsense, portal berita, toko online, atau blog-blog terkenal. Pasti di sana banyak pengunjung yang melakukan transaksi-transaksi bisnis dengan omset yang tidak sedikit.

Jadi, jika Anda adalah pebisnis online yang sedang mengincar pasar potensial, segera manfaatkan situs yang ramai tersebut. Atau, bisa saja Anda menciptakan kerumunan massa dengan membuat website sendiri. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan rekan saya Leontinus Alpha Edison dengan membuat situs Tokopedia.com. Dengan motto “Belanja ga belanja, yang penting ngumpul“, di sini pembeli dan penjual bisa saling berkumpul, berinteraksi, dan bertransaksi.

Ayo, siapa mau meniru?

______________________________________________________

Sumber Foto : http://mukhsonrofi.files.wordpress.com/2008/12/stop_korupsi.jpg

Artikel terkait :
  1. Belajar Menjadi Gila
  2. Kebo Nyusu Gudel
  3. Kesan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Anda…
  4. Pilih Mana : Inem, Luna Maya, atau Miyabi?
  5. Gampang Banget Mencari Ide Bisnis

4 komentar

1 mashengky.com { 10/12/09 at 10:01 am }

hebat.. analisis yang akurat dan mendalam.. dan pertamax gan! wkwkwkwk

[Reply]

Budhi Kusuma Wardhana Reply:

@mashengky.com: thanks mas.

[Reply]

2 Twittermu Harimaumu! { 24/12/09 at 10:38 pm }

[...] Kenapa? Karena di sanalah tempat berkumpulnya massa di alam maya. Dan seperti pembahasan saya sebelumnya, tempat ini sangat cocok untuk menjaring pembeli dan konsumen dari produk yang sedang Anda [...]

3 Raup Untung di Keriuhan Pasar Maya — UNTUNG NYATA!com { 09/01/10 at 8:09 pm }

[...] jual beli di internet memang sangat ramai dan riuh rendah. Seperti artikel saya terdahulu bahwa di mana ada kerumunan massa, di situlah peluang bisnis terbuka lebar. Pebisnis online dari berbagai kelas ekonomi pun [...]

Beri Komentar

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: more »

CommentLuv Enabled
[+] kaskus emoticons nartzco