Bisnis Online = Bisnis Anti Korupsi
Anda yang pernah berurusan dengan birokrasi pemerintah, pasti merasakan begitu ruwet dan jeleknya sistem aturan di negeri kita ini. Dari yang sederhana saja, pengurusan KTP dan Kartu Keluarga di kelurahan atau pembuatan SIM di kepolisian.
Semuanya seperti dibuat semrawut, lama, dan berbelit-belit. Tentunya dengan tujuan agar ada pungutan yang bisa masuk ke kantung oknum-oknum birokrat untuk memperlicin proses.
Begitu juga jika Anda harus mengurus perijinan usaha bisnis offline. Tak terbayang berapa pos yang harus Anda lewati dari satu meja ke meja berikut. Dari satu instansi ke instansi yang lain. Saya punya cerita tentang seorang teman yang memiliki sebidang tanah di daerah emas Jalan Gajah Mada, di kawasan Kota, Jakarta Pusat. Teman saya ini berniat mendirikan usaha pompa bensin dan melakukan joint venture dengan perusahaan minyak kelas dunia SHELL.
Teman saya ini bercerita bahwa kepalanya dibuat pusing tujuh keliling dengan beragam pungutan dari tingkat RW sampai ke Kotamadya. Tak tanggung-tanggung, pungli yang mereka minta dengan beragam alasan itu harus dia setor dengan angka nominal minimal 50 juta rupiah di tingkat RW. Ini belum untuk setoran di tingkat Kelurahan, Kotamadya, Provinsi, dan lain-lain. Alamak!
Alih-alih ingin mendapatkan keuntungan dari bisnis pompa bensin, teman saya harus mengeluarkan uang dari koceknya untuk hal-hal yang tidak termaktub dalam peraturan mana pun.
Tapi, teman saya adalah seorang yang jujur, idealis dan keras hati. Tak tinggal diam, dia langsung menyurati berbagai instansi (dari Gubernur, Walikota, Dirjen Pertambangan, Ketua KPK, Kementrian Penanaman Modal, dll) untuk mengungkapkan segala praktek korupsi di kalangan birokrat. Untunglah, semangat reformasi anti korupsi memang sedang berhembus di kalangan pejabat tingkat atas.
Tak berapa lama, dialog mediasi pun diadakan di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Untunglah segalanya bisa diselesaikan karena tekanan dari berbagai pihak, termasuk dari pihak SHELL yang mengancam akan menarik investasinya jika persoalan tidak kunjung selesai.
Ternyata persoalan tidak langsung berakhir secepat kilat. Pihak yang tidak puas, terutama birokrat-birokrat korup, melakukan intimidasi tersembunyi dengan menyewa preman-preman setempat guna mengacaukan pembangunan pompa bensin tersebut. Tak cuma itu, masyarakat sekitar juga dihasut dan dibuat resah dengan berita-berita miring tentang keberadaan pompa bensin baru. Bahkan teman saya sempat dikirimi surat kaleng dan diancam akan dibunuh. Aduh!
Ya, begitulah dunia bisnis yang kejam!
Lalu, bagaimana dengan bisnis online?
Tanpa disadari, sebenarnya kehadiran sistem transaksi online telah memutus banyak mata rantai birokrasi yang ada. Artinya, lingkaran birokrat korup juga ikut terbabat. Dengan bisnis online, kita tidak perlu melakukan perijinan yang berbelit-belit. Segalanya dilakukan secara elektonis, transparan, cepat dan real time. Tak akan ada oknum-oknum yang memanfaatkan celah untuk melakukan pungutan dengan beragam alasan yang tidak masuk akal. Sebab, tak mungkin mesin atau komputer melakukan pungutan yang tak terprogram.
Waktu saya menyelesaikan studi Sarjana di Teknik Informatika ITB, saya sempat melakukan kerja praktek di sebuah BUMN pemerintah. Waktu itu saya membuat sistem online untuk sebuah mekanisme pembayaran elektronis terpadu. Jelas terasa, meskipun projek ini bertujuan baik, namun di tingkat pelaksana, project ini tidak didukung sepenuh hati.
Kenapa? Karena project ini bakal memangkas pundi-pundi pungli. Proses pembayaran yang biasanya melewati birokrasi beberapa meja bakal terpangkas semua. Artinya, pendapatan haram mereka pun bakal lenyap.
Memang sangat susah membangun sistem online di instansi pemerintahan. Perlu direction langsung dari atas dan kebijakan tangan besi untuk mengimplementasikannya. Kalau tidak, sistem online itu cuma bergaung laksana pepesan kosong. Projectnya selesai, tapi sistemnya tak pernah digunakan.
Nah, itulah kenapa sistem online, seperti bisnis online bakal memangkas banyak sekali kesempatan korupsi. Yang jelas, tak ada ijin usaha yang berbelit-belit. Tak perlu banyak tangan distributor untuk menyampaikan produk-produknya ke tangan konsumen. Juga tak akan ada pungli yang bakal menyebabkan ekonomi biaya tinggi.
Dengan begitu, semua bakal diuntungkan. Produsen bisa menjual lebih banyak barang dengan harga terjangkau. Konsumen pun tersenyum karena barang yang dibelinya menjadi murah. Dan yang lebih penting iklim ekonomi yang kondusif akan memicu munculnya netpreneur dan usahawan baru yang bakal mengurangi angka pengangguran.
Segalanya memang bagus di atas kertas. Semoga impian ini tidak diracuni oleh kelakuan tak bermoral para hacker dan cracker yang kerap melakukan penipuan di internet. Sekali lagi, meskipun bisnis online bisa mengurangi ekonomi biaya tinggi, tapi ini tetap memunculkan resiko lain berupa kasus kriminalitas, seperti phising, penipuan bisnis, kejahatan kartu kredit, dll.
Sekali lagi, tetaplah waspada dan senantiasa jujur menjalankan bisnis Anda.
Artikel terkait :


17 komentar
wah mengerikan juga ya kalau menjalankan bisnis online di sini..
punglinya gede bener ditingkat RW aja 50 juta -_-a
berat berat berat!!!…
bisnis online jadi alternatif ya mas ?

senantiasa waspada dan jujur aja deh saya mulai saat ini dalam menjalankan apa saja
[Reply]
wah… pandangan anda membuka mata banyak pihak nih mas Budi..
“kebijakan publik, harus di dukung dengan ketegasan dengan berpedoman pada kepentingan orang banyak. memindahkan tanggung jawab manusia kepada mesin, perlu proses transisi yang harus terdukung oleh berbagai pihak.”.
[Reply]
Benar Sekali mas dengan Bisnis Online modal tidak terlalu banyak/ semua bekerja ortomatis, dana pungli nggak ada….
[Reply]
setuju dengan mas dafiDRiau, bisnis online bisa memutus rantai birokrasi, soale saya prnah mengalami hal sama waktu pengurusan ijin CV. waduh ruwetnya bukan main….
BTW… mas budhi salam kenal ya….q newbie, blh tukar link gak?
[Reply]
gagal pertamax.. selamat mas! anda masuk ke blogroll mashengky.com
[Reply]
@mashengky.com : terima kasih banyak mas!
@Andrik Sugianto : link sudah terpasang. Terima kasih atas komentar dan kunjungannya.
@DafidRiau : Mudah-mudahan cara bisnis yang baik ini nggak diselewengkan, mas.
@Fadly Muin: terima kasih atas dukungannya. Mari kita berantas pungli bersama-sama.
@Andriristiawan: Tetap jujur dan semangat!
[Reply]
Bisnis online memang menarik ya, baru belajar bikin blog sekarang,
[Reply]
saya juga pernah mengalami hal yang serupa.terutama dalam hal software,saya pernah membuat software untuk kalkulasi nilai reject yang dihasilkan dalam satu bulan yang saya rancang mirip dengan SAP,tapi apa….malah tidak dipakai .cape deh ……..susah ya nyari oknum jujur
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
December 23rd, 2009 at 10:12 pm
@ipul: hebat nih mas ipul, pernah buat sistem ERP seperti SAP. Dulu saya sempat jadi programmer ABAP – SAP, tapi nggak lama. Memang sakit hati kalau kita sudah bikin sistem, tapi akhirnya nggak dipake dengan alasan macem-macem.
[Reply]
namanya juga bisnis, OL atau tidak pasti ada resikonya..waspadalah!
kejujuran dimulai dari diri kita..
ini kunjungan pertama yg mengesankan. trims.
Salam Silaturahmi,
Pasutrisatu-http://pasutrisatu.blogspot.com
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
December 23rd, 2009 at 10:13 pm
@pasutrisatu: emang bener mas kejujuran harus bermula dari diri sendiri.
Salam Untung Nyata!
[Reply]
dapet aja mas gambar kek gitu…
hihihi…. krupuk mlempem
[Reply]
masya allah…… semoga kita tidak masuk dalam nominasi orang seperti itu ya mas….
[Reply]
[...] hampir semua orang pernah saya kritik sampai berdarah-darah. Tidak heran jika mas Budhi dari UntungNyata.com menobatkan saya menjadi blogger provokator tahun 2009 hahaha.. (judulnya bisa jadi artikel [...]
bisnis memang tidak mudah.Apalagi di negara ini. Tapi kita tak boleh menyerah tow..salam kenal mas budhi
budi herprasetyo´s last blog ..Social Benefit dalam Bisnis
[Reply]
ya bener sekali,blog yang mebarik untuk dibaca…
salam kenla ya!
[Reply]
pajak toko online siap meluncurrrr :hiks:
[Reply]
Beri Komentar