Tak Sekedar Bicara Bisnis…
Random header image... Refresh for more!

Cantengan

Meskipun recehan, jangan sekali-kali memandang sebelah mata konsumen kelas bawah!

Ya. Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil. Barangkali ini pelajaran berharga yang baru saja saya dapatkan, setelah beberapa waktu lalu saya melakukan operasi kecil di jempol kaki kanan.

Mungkin Anda pernah menderita sakit cantengan. Sebuah penyakit kecil yang disebabkan kuku yang menusuk atau masuk hingga ke dalam daging. Parahnya, luka tersebut biasanya akan membengkak karena terinfeksi oleh kotoran dan kuman-kuman di sekitarnya.

Meski tergolong penyakit ‘kampung’, tapi sakitnya bukan kepalang. Apalagi kalau infeksinya sudah parah, sampai bernanah misalnya. Tak cuma itu, infeksi ini mengakibatkan rasa sangat nyeri jika disentuh. Juga bau tak sedap yang diakibatkan kuman yang menginfeksinya. Pokoknya benar-benar tersiksa!

Alhasil, karena benar-benar tak tahan dengan penderitaan ini, saya pun nekat mendatangi dokter spesialis di sebuah rumah sakit terkemuka di kawasan Bumi Serpong Damai. Diagnosa dokter pun sangat singkat. Kuku penyebab infeksi itu harus dicabut!

Saya sudah menduga diagnosa itu. Makanya saya tak keberatan untuk dioperasi malam itu juga, dengan harapan semuanya akan sembuh segera, seperti layaknya bedah kecil (minor surgery) lainnya.

Namun, hari berganti minggu, dan minggu beralih bulan, saya terheran-heran melihat kondisi kuku jempol kaki saya pasca operasi. Tampaknya belum ada tanda-tanda membaik. Bahkan dokter harus melakukan jahit ulang sampai tiga kali saat kontrol.

Melihat itu, istri saya langsung meradang. “Ini nggak bener, Mas! Jahit ulang seperti itu bisa tergolong malpraktek.”

“Lantas?” sahut saya lemas sembari menahan sakit akibat jahitan dan operasi.

“Sudah, kita tak perlu ke rumah sakit itu lagi,” jawab istri saya.

“Lha nanti lukaku bagaimana?”

“Sudah, aku yang urus!” sambut istriku tegas. “Kamu sih nggak pernah percaya sama istri. Meski aku cuma perawat, untuk jahit dan ganti perban, itu makananku sehari-hari.”

Aku terdiam. Kali ini aku mengiyakan ucapannya.

Mitra bisnis online, hal-hal sepele memang kadang lolos dari pengamatan kita. Seringkali kita juga menggampangkan perkara-perkara remeh temeh dengan pemikiran hal itu bakal mudah dilewati.

Dalam dunia bisnis, kita pun sering menganggap remeh hal-hal kecil. Terkadang kita memandang rendah konsumen kelas bawah yang hanya mampu membeli eceran. Padahal mereka adalah pangsa pasar potensial yang bisa menopang bisnis raksasa.

Sebelum krisis moneter, konsumen kelas bawah dipandang sebelah mata oleh dunia perbankan. Bakul-bakul pasar, tukang becak, pedagang kaki lima, tukang dagang keliling hanya terlayani oleh para lintah darat dan bank-bank kecil sekelas BPR (Bank Pengkreditan Rakyat).

Namun kini bank-bank besar mulai merambah konsumen akar rumput ini. Bahkan bank di tempat saya bekerja, bisnis receh seperti ini justru memberikan kontribusi pendapatan terbesar.

Sekali lagi jangan remehkan konsumen akar rumput. Karenanya, ketika saya berjualan Liberty Reserve di Kaskus, saya tetap melayani pembeli yang hanya ingin membeli dua atau tiga dollar. Bagi saya, meskipun receh, tetaplah bernilai.

Oke, kembali ke jempol kaki saya yang mulai berangsur-angsur membaik. Akhirnya istri saya memang memenuhi janjinya untuk merawat jempol saya. Paling tidak untuk mengganti perban setiap pagi.

Namun yang membuat saya sedikit kesal adalah kicauannya yang lebih meriah dibanding cerewetan twitter teman-teman saya.

Coba kalau kamu dengerin kata-kata istri kamu, pasti kamu nggak diporotin dokter  bedah itu. Jempol kamu bukannya sembuh, tapi limit asuransi kamu yang amblas. Dasar dokter mata duitan, masak untuk operasi kecil kayak gini sampai habis empat juta lebih. Harusnya kamu gugat dokter dan rumah sakit itu. Tindakannya bener-bener nggak profesional. Dia itu dokter apa tukang jahit sih…”

Kembali saya hanya bisa diam. Bukan sekedar tanda mengiyakan, tapi saya sedang berpikir, apakah memang kodratnya kalau wanita di dunia ini dilahirkan cerewet?

Salam Untung Nyata!

Artikel terkait :
  1. Sekali Lagi Tuhan Mencuri Rencana Kita
  2. Menulis Sepenuh Hati
  3. Roda-Roda Bisnis
  4. Bisnis Online = Bisnis Anti Korupsi
  5. Sejenak Menutup Mata…

22 komentar

1 Erdien | Ceritaku Suka-Suka { 04/12/10 at 2:47 am }

Salam Awwalan Mas Budhi :hehe:
Erdien | Ceritaku Suka-Suka´s last blog ..Indahnya Mendapat KepercayaanMy ComLuv Profile

[Reply]

2 Erdien { 04/12/10 at 2:56 am }

Peribahasanya, “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” ya Mas :hehe:
Erdien´s last blog ..Indahnya Mendapat KepercayaanMy ComLuv Profile

[Reply]

3 Erdien Sundagasik { 04/12/10 at 2:58 am }

Ada yang bilang’ “Bukan wanita kalo tidak cerewet” :hihi:

[Reply]

4 Erdien Sundagasik { 04/12/10 at 3:00 am }

Wew komenku ketiga-tiganya lenyap :hiks:

[Reply]

5 Khalid Abdullah { 04/12/10 at 5:46 am }

wah pas banget sama pelajaran yang baru saya dapatkan di mata kuliah saya jumat tempo hari.

oia mas… perempuan itu diberikan kemampuan berkata hingga 25000 kata setiap hari. sedangkan laki laki hanya 10.000. Makanya wajar kalau laki laki kalah sama perempuan dalam cerewet, dan wajar saja kalau perempuan merasa gelisah kalau jatah ngomongnya belom dihabiskan dalam sehari itu.

[Reply]

6 andry sianipar { 05/12/10 at 12:48 am }

Semoga peristiwa cantengan ini bisa jadi pelajaran berharga di kemudian hari ya mas… :cd :cd :cd :cd :hihi::hihi::hihi:

[Reply]

7 Imam Herlambang { 07/12/10 at 9:01 pm }

biar sedikit yang penting berkah Mas, bisa jadi yang membeli itu memprioritaskan Mas dalam membeli LR Mas itu. Hehehe
Imam Herlambang´s last blog ..Saya takut tertipuMy ComLuv Profile

[Reply]

8 Octa Dwinanda { 09/12/10 at 7:52 am }

cerewet itu tandanya sayang mas….. hehe

[Reply]

9 Arief Maulana { 09/12/10 at 1:17 pm }

:hiks: ngeri nih liat kakinya mas yg cantengen

[Reply]

10 syuri { 10/12/10 at 12:10 am }
11 ismail { 10/12/10 at 3:21 pm }

Wanita tu wanita terhormat pada hakekatnya, maka jika kita hormati nantinya kita dimanjain tho.. hee..he…:hihi:
ismail´s last blog ..Kenali Diri Sebelum Memperkenalkan DiriMy ComLuv Profile

[Reply]

12 aming { 05/01/11 at 2:23 pm }

secerewet-rewetnya istri adakalanya dia bener lho…
jadi in pelajaran aja deh…

salam

[Reply]

13 bloggoblog { 08/01/11 at 10:00 pm }

yah..wes! sing sabar toh!
biar cerewet gtu kan “istri” – tandanya sayang ama mas

[Reply]

14 masstyo { 09/01/11 at 5:37 pm }

Wah aku pernah tuh mas cantengan….ampuuuuun dah gak mau lagi, sumpah …tapi untung ga sampe dicabut kuku.
Mengenai istri mas….bagusan cerewet mas drpd didiemin….wah bahaya…berdampak sistemik mas….hihihi :malu

[Reply]

15 mardi { 10/01/11 at 9:46 am }

Kalo cantengan ada triknya mas supaya tidak samapai operasi atau di cabut…

Caranya :
siapkan tensoplas, hansaplast .. atao plas…plas yang lain… kalo terpaksa selotip juga bisa… :sip:

tempelkan selotip atau tensoplas mulai dari bagian pinggir daging jari yang tertusuk kemudian mulai tempel dan tarik ke arah bawah agar daging yang tertusuk tertarik oleh selotip, kemudian lilitkan selotip dengan kuat ke jari tersebut, sehingga terasa daging yang tertusuk tertarik permanen oleh selotip… biarkan selama 3 s/d 4 hari tetapi setiap hari diganti ya… asal kuku sudah tumbuh dengan baik dan infeksi udah hilang, selotip bisa dilepas …, biasanya rasa sakit sudah jauh berkurang setelah 10 menit ditempel selotip… kalo belom berarti masih ada daging yang tertusuk… jangan biarkan cantengan lebih dari 1 minggu, karena kuku semakin panjang dan daging semakin parah infeksinya

salam

[Reply]

16 mh { 13/01/11 at 5:09 pm }

cepat sembuh gan..

[Reply]

Budhi Kusuma Wardhana Reply:

@mh, tq mas. Kok sitenya susah diakses mas
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..CantenganMy ComLuv Profile

[Reply]

17 mahameru { 07/02/11 at 3:14 pm }

Biar kecil asal banyak kan sama juga mas,..
btw. cantengan emang sakitnya bukan kepalang :hiks::hiks:
mahameru´s last blog ..Titik macet di pagi hari Pedurungan – PandanaranMy ComLuv Profile

[Reply]

18 pengobatan alternatif paru-paru { 03/03/11 at 1:18 pm }

kalo istri cerewet..ya klo ga cerewet ga bakaln rame donk
pengobatan alternatif paru-paru´s last blog ..Pengobatan Alternatif Darah TinggiMy ComLuv Profile

[Reply]

19 obat herbal darah tinggi { 03/03/11 at 1:22 pm }

kalo d sunda centengan tuh bodo eusi kali ya….:hihi:

[Reply]

20 Raden { 29/03/11 at 8:06 pm }

RE: Cantengan
Wah boleh juga sharingnya, kalo boleh tau obatnya apa ya mas? berapa lama sembuhnya, skrg udah sembuh belum? saya juga mengalami hal yang sama.. saya juga ngga sampe cabut kuku, cuman daging kecil yg terinfeksi dibuaang dan dijahit. setelah pasca operasi malah belum sembuh juga sudah 2 bulan, malah sekarang masih tetap bernanah. mohon sharingnya.

[Reply]

21 poel { 17/09/11 at 11:10 am }

kalo di sunda buka bodo eusi atuh tapi rorombeheun..eh salah ..
kekeongeun

[Reply]

Beri Komentar

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: more »

CommentLuv Enabled
[+] kaskus emoticons nartzco