Cerewet Pertanda Cinta
Anda pusing dengan orang yang mencereweti Anda? Jangan khawatir, cerewet itu bukan berarti mereka membenci Anda. Terkadang itu menunjukkan perhatian dan kecintaan yang lebih. Tak percaya?
Coba Anda bertanya ke anak-anak, siapa orang yang paling cerewet? Saya berani jamin mayoritas dari mereka pasti akan menunjuk sosok ibunya. Selanjutnya, tujukan pertanyaan serupa kepada kaum suami. Apa jawaban para suami itu? Pasti tak sedikit yang berkata kalau sang istrilah figur paling cerewet.
Kalau sudah tahu bahwa sang ibu adalah manusia paling cerewet, apakah lantas si anak membenci ibunya? Demikian juga para suami. Setelah menyadari bahwa si isteri adalah sosok mengesalkan dengan kebawelannya, apakah mereka lalu ramai-ramai menceraikan isterinya?
Jujur saja, ketika masih kecil, saya memandang ibu saya sebagai orang yang paling cerewet dan sok ngatur. Beragam peraturan dan tetek bengek nasehat mengalir lancar dari mulut beliau. Jangankan ketika saya berbuat kesalahan, dalam kondisi normal pun kecerewetan itu bagaikan nilai default.
Setelah menikah, sayapun merasakan kebawelan model baru dalam diri sang isteri. Pada mulanya kecerewetan itu selalu memicu perang mulut. Tapi justru ketika sang isteri mendiamkan saya – mungkin saking kesalnya – saya malah merasakan ada sesuatu yang hilang.
Dalam sebuah refleksi diri, saya menyadari bahwa kecerewetan orang-orang terdekat ini adalah wujud perhatian, kasih, dan cinta mereka. Apa jadinya jika mereka tak mempedulikan saya? Tentu saja mereka tak akan pernah mengomentari saya. Juga tak lagi membaweli saya.
Mitra bisnis online, bagaimana Anda bersikap jika Anda memiliki konsumen yang bawel, cerewet, dan selalu komplain? Apakah Anda mengambil jarak, cuek, dan bahkan membangun front permusuhan? Atau sebaliknya, anda menjadi pendengar yang baik dan lantas mengambil hikmah dari keluhan-keluhan mereka?
Jika Anda memilih sikap yang kedua, saya salut sekali. Sebab Anda tergolong orang yang peduli pelanggan.
Suatu hari setelah makan di sebuah resto di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, saya sempat ditanya oleh pemilik restoran kenapa makanan yang saya pesan tidak dihabiskan? Apakah rasanya kurang enak? Saat itu saya hanya berkata bahwa porsi makanannya terlalu besar sehingga saya tak mampu menghabiskan seluruhnya.
Sebenarnya inti pertanyaan si pemilik restoran itu adalah untuk mendapatkan umpan balik dari konsumennya. Tujuannya pun jelas. Jawaban saya penting sekali untuk memperbaiki layanan mereka.
Contoh lain adalah ketika saya memanfaatkan jasa car wash di sebuah salon mobil di kawasan Rawa Buntu, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Saya memang bukan tipe konsumen cerewet. Meski kecewa sekali dengan pelayanan salon mobil itu, tapi saya lebih memilih diam. Saking kecewanya bahkan saya berjanji tak akan datang lagi ke tempat itu.
Bayangkan jika ada seratus orang kecewa yang menyimpan kekesalan hanya di dalam hati seperti saya. Pasti salon mobil itu akan kehilangan banyak pelanggan tanpa dia menyadari apa kesalahannya.
Mitra bisnis online, seringkali keluhan dan kecerewetan diperlukan sebagai sarana memperbaiki pelayananan. Bukan mustahil keluhan yang di-manage secara profesional bisa memberikan nilai tambah tersendiri bagi konsumen. Mereka pasti merasa diperhatikan dan dihargai.
Nah, sekarang pilih mana? Anda ingin didiamkan atau dicereweti?
Salam Untung Nyata!
____________________
Catatan :
Ilustrasi foto diambil dari http://2.bp.blogspot.com/_SVQKaG__mLw/StYMr-tSLnI/AAAAAAAADfU/W7H76oTp8sw/s320/fight.jpg
Artikel terkait :



73 komentar
pesen pertamax dulu mas

online-business-story.com´s last blog ..Perdayakan Anggota Keluarga Sebagai Unit Usaha Untuk Menambah Penghasilan
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 26th, 2010 at 7:13 am
@online-business-story.com, silakan mas diborong
[Reply]
Bundapreneur Reply:
March 5th, 2010 at 5:04 am
@Budhi Kusuma Wardhana, sebagai orang yg diperbincangkan
saya SANGAT SUKA ARTIKEL JUJUR ini dan semua berkomentar jujur.,hahaha
Bundapreneur´s last blog ..YoU aRe wHaT YoU ThINk……..
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 5th, 2010 at 5:43 pm
@Bundapreneur, pasti ini mewakili kaum cerewet ya Bun?
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
memang begitu ya mas….
kita sebagai suami kadang kesal kalau dicereweti istri. tapi ketika istri diam-diam saja, kita mulai deh cari-cari perhatian…. hehe.
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
online-business-story.com´s last blog ..Perdayakan Anggota Keluarga Sebagai Unit Usaha Untuk Menambah Penghasilan
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 26th, 2010 at 7:14 am
@online-business-story.com, kok jadi sama-sama curhat nih…
[Reply]
saya gak mo ikut curhat ah…cuma mo kasih tips

anda memang harus bersyukur jika punya istri cerewet
pertama, karena dia amat peduli dan sayang pada anda
kedua, jika kebetulan mo rekrut karyawati utk pelayanan bisa anda suruh ngobrol dulu dgn istri…yg tahan paling lama lulus..
suarakelana´s last blog ..Seberapa Berubahkah Anda ?
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 27th, 2010 at 1:45 am
@suarakelana,


[Reply]
iya ibu saya sering ngomel tuh
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 27th, 2010 at 1:42 am
@Arief Rizky Ramadhan, bersyukurlah kawan
[Reply]
candradot.com Reply:
February 28th, 2010 at 1:31 am
@Arief Rizky Ramadhan, males mandi sih wakakakakak
candradot.com´s last blog ..Plugin: WordPress Plugin Contact Form (Part.2)
[Reply]
kalo dicereweti berarti ada sesuatu yg salah, ya bisa buat instropeksi dirilah

Ahmad Subandono´s last blog ..Semangat Abu-abu
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 27th, 2010 at 1:46 am
@Ahmad Subandono, wah… benar-benar berjiwa besar mas!
[Reply]
Kalo soal istri, saya pengennya dicereweti. Hehehe… But, kalau perkara saat sedang jadi konsumen, sikap kita kayanya mirip, Mas?
NB: “Link OK”
Khery Sudeska´s last blog ..Sidang, Diskusi, Debat, dan Etika Dalam Rapat (Sidang)
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 27th, 2010 at 2:34 am
@Khery Sudeska, sehati kita mas
[Reply]
Sepertinya ini curhat pribadi Mas Budhi…


Agus Siswoyo´s last blog ..Blogging Adalah Pilihan, Kalau Tidak Cocok Silakan Ditinggalkan
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 28th, 2010 at 4:41 pm
@Agus Siswoyo, ini bukan curhat pribadi tapi mewakili suara mayoritas banyak orang, mas
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
March 5th, 2010 at 7:23 am
@Budhi Kusuma Wardhana, yeee, pinter ngeles nih…


Agus Siswoyo´s last blog ..Lain Ladang, Lain Belalang
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 5th, 2010 at 5:46 pm
@Agus Siswoyo,



Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
Saya belum bisa menulis di dashboard mas Budhi. Sepertinya setting-nya perlu diupgrade ke Contributor mas.
Agus Siswoyo´s last blog ..Blogging Adalah Pilihan, Kalau Tidak Cocok Silakan Ditinggalkan
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 28th, 2010 at 4:43 pm
@Agus Siswoyo, user yang lama dibuat sudah saya grant ke contributor. Tapi dua-duanya sekarang sudah saya beri akses contributor. Monggo mas dimainkan!
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
March 5th, 2010 at 7:24 am
@Budhi Kusuma Wardhana, sip deh…
Agus Siswoyo´s last blog ..Lain Ladang, Lain Belalang
[Reply]
Ibu saya tergol0ng sangat cerewet Mas. Tapi saya tau, itu karena dia perhatian pada saya sebagai anaknya
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 28th, 2010 at 4:44 pm
@iskandaria, bener mas cerewet itu pertanda perhatian! Itu yang berkali-kali ibu saya katakan.
[Reply]
belum tahu gimana rasanya diomelin istri mas, emang lum nikah he…..
tapi soal service (bisnis) jika memang saya kecewa pelayanannya saya akan katakan terusterang, sebagai upaya perbaikan.
Andrik Sugianto´s last blog ..Belajar Disiplin Dari Orang Korea
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 28th, 2010 at 4:45 pm
@Andrik Sugianto, jadi kapan nih nikahnya? Biar kerasa dicerewetin!
[Reply]
sama gan,bini saya juga cerewet bgt.kalo saya sih pokoknya cerewetnya tau aturan dan situasi sih ok ok aja
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 28th, 2010 at 4:47 pm
@ipul.web.id, hehehe…

[Reply]
ipul Reply:
March 3rd, 2010 at 1:12 pm
@Budhi Kusuma Wardhana,
kok diketawain sih gan?
[Reply]
hehehe jadi inget, dulu sebel banget kalo lagi diomelin sama ibu, dan setelah tau itu karena mereka sayang sama kita.
mas kok sampe BSD segala, emang rumahnya dimana mas?
candradot.com´s last blog ..Plugin: WordPress Plugin Contact Form (Part.2)
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 28th, 2010 at 4:49 pm
@candradot.com, pokoknya gak gitu jauh dari rumah mas Candra. Rumahku di Gunung Sindur dekat Puspiptek Serpong.
[Reply]
candradot.com Reply:
March 2nd, 2010 at 12:19 am
@Budhi Kusuma Wardhana, wah tetangga juga neh ternyata
[Reply]
Khery Sudeska Reply:
March 3rd, 2010 at 4:21 pm
@candradot.com, Kopdar dong kalo gitu…

Khery Sudeska´s last blog ..Tentang Sebuah Tulisan
[Reply]
di cereweti ajah deh mas . tapi cerewet nya yaitu cerewet yang membangun nantinya , bukan malah menyakitkan . Hehehe
Thanks
Imamz
Imamz´s last blog ..Analogi Sebuah Blog
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
February 28th, 2010 at 9:19 pm
@Imamz, tul, mas!
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
Menurut Saya, cerewet yg positif mmg diperlukan, tp Terkadang cerewet kalo berlebihan juga, gak bagus mas
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 2nd, 2010 at 12:28 pm
@Rafi, tul mas. Dicereweti memang butuh telinga ekstra tebal dan hati ektra lapang. Jika berlebihan bisa keberatan telinga dan hati dong…
[Reply]
Salam super-



Salam hangat dari pulau Bali-
wah,, klo berlebiha seeh gak bagus mas,,,
[Reply]
Artikel mas Budhi tampil pagi ini. Siap-siap balas komentar ya…
Agus Siswoyo´s last blog ..Menjadi Penulis Berharga?!…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 2nd, 2010 at 12:30 pm
@Agus Siswoyo, wah tahunya telat nih… gara-gara bangun kesiangan
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
March 2nd, 2010 at 12:52 pm
@Budhi Kusuma Wardhana, asyik nih jadi penguasaha muda, bisa tidur sepuasnya tanpa ribet jam kantor…
Agus Siswoyo´s last blog ..Menjadi Penulis Berharga?!…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 2nd, 2010 at 1:44 pm
@Agus Siswoyo, bukan mas, semalam aku pulang malam, jadi ke kantornya agak siangan. Enaknya kalo kerja di IT ya bisa lebih bebas jam kerjanya karena kita harus support 24 jam.
[Reply]
artikelnya sudah saya publish mas.
Agus Siswoyo´s last blog ..Menjadi Penulis Berharga?!…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 2nd, 2010 at 12:31 pm
@Agus Siswoyo, thanks mas.. siap meluncur ke TKP
[Reply]
Sekilas info :
wanita bisa berkata 10 x lipat di banding pria.
Itu mengapa wanita di takdirkan cerewet
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 2nd, 2010 at 12:31 pm
@Udin Hamd,


[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
March 5th, 2010 at 7:26 am
@Udin Hamd, bermulut dua?


Agus Siswoyo´s last blog ..Lain Ladang, Lain Belalang
[Reply]
yah asalal cerewetnya ga kebangetan ajah mas…..

dan yang pasti ne jadi latihan untuk lebih bersabar….
ghe´s last blog ..Angin Ciputat Ngamuk
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 2nd, 2010 at 12:32 pm
@ghe, ini latihan berbesar hati ya mas?
[Reply]
Bener tuh mas, selama cerewetnya memang ada sebab ya kita ladeni dengan sabar, tapi kalo cerewet + marah-marah ga jelas arahnya mendingan tinggal aja kali yah..

Ricky´s last blog ..
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 4th, 2010 at 7:01 am
@Ricky, wah ditinggalin mas?
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
cerewet disini bisa dianalogikan sebagai ‘kritik dan saran’ donk mas,,
(saya blm berkeluarga jadi belum bisa ngomong tentang istri, ibu saya juga nggak terlalu cerewet, tapi bukan berarti beliau nggak sayang, mungkin beliau bisa nilai kalau anak2nya itu bisa ambil keputusan yang tepat.. hehehe narsis)
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 4th, 2010 at 7:00 am
@evan, betul mas. Cerewet itu bisa dijadikan kritik dan saran.
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
Hmm… kalo dipikir-pikir memang bener ya mas. Dibalik sikap cerewet memang sangat mungkin tersimpan niat peduli yang dalam.
Thanks buat pencerahannya, mas
Catatan Hery´s last blog ..Seni Membuat Titel Postingan Blog
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 4th, 2010 at 7:02 am
@Catatan Hery, bener mas
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
Oke, cerewet itu pertanda cinta dan bentuk perhatian, terkadang kita salah mengartikan dan meresponnya, haha. mungkin masih ada hubungannya dengan selalu berpikir positif ya Mas?
tapi, gambarnya : dua2nya kayaknya cerwet tuh
[Reply]
saya maunya dicerewetkan oleh mas Budhi dech…
cerewetin tentang kekurang blog syaa donk mas..
saya bakal terima dan manage kritikan mas…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 4th, 2010 at 7:05 am
@Khalid Abdullah, nanti saya kritik deh…

Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
March 5th, 2010 at 5:27 pm
@Budhi Kusuma Wardhana, ditunggu dengan tangan dan hati terbuka mas 1
[Reply]
saya seperti mas Budhi. Kalau kecewa dengan pelayanan jasa tertentu, ngga perlu banyak bicara mas. Buat apa. Seringkali dari pihak pengelola malah ngajak berdebat alih-alih menjadikan itu masukkan untuk memperbaiki kinerja.
Sementara kalau saya di posisi sebagai penjual, saya jutru mengharapkan masukan. TUjuannya yaitu, untuk pengembangan ke arah yang lebih baik dan positif
[Reply]
Ga mau dua-dua nya mas..
[Reply]
untuk masalah cerewet mencereweti ini, kadang2 bikin saya pusing.. namun saya sadar kok, itu adalah refleksi orang-orang yang punya respek terhadap saya. walau mungkin masing penyampaian kecerewetannya ada yang menyenangkan, ada yang mengesalkan. pada akhirnya proses kematangan yang akan merubah pandangan terhadap itu semua

fadly muin´s last blog ..Bagaimana Cara Menulis Yang Baik dan Benar?
[Reply]
Bundapreneur Reply:
March 5th, 2010 at 5:01 am
@fadly muin, kalau dicerewetin nyonya? Bgm mas?
[Reply]
hoho, saya termasuk pendiam, jadi saya gak cinta siapa2 gitu? karena tidak cerewet? hehe…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
March 5th, 2010 at 5:44 pm
@hanif IM, perwujudan cinta nggak melulu dengan kecerewetan kan mas?
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Cerewet Pertanda Cinta
[Reply]
Saya jadi teringat perkataan teman saya, beliau adalah aktivis mlm
yang saya bingungkan saat selesai persentasi adalah semua peserta pada diem, sebaliknya jika banyak bicara/cerewet, hmm ini dia ‘mangsa’ yang empuk 
[Reply]
biasanya orang yang cerewet itu kebanyakan care sama kita.
[Reply]
Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses
[Reply]
Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses
[Reply]
Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses
[Reply]
benar juga, ngapain crewet danngapain komen kalau gak cinta, haha, si agan bisa aja, salam kenal gan.
[Reply]
Wah gak kepikiranya???
salam kenal dan terimakasih atas informasinya..!
saya malah gak suka sama orang-orang yang cerewet
[Reply]
haha cerewed itu tanda orang-orang yang usil,malahan orang yang pendiam sering bisa jatuh hati,salam kenal ya..!
[Reply]
Beri Komentar