Kanan Kiri Oke

Pernahkah Anda melihat golongan akar rumput? Meski dijepit kiri kanan, digencet atas bawah, mereka tetap bertahan.
Sekira lima belas tahun lalu, jika Anda menyambangi ruang baca perpustakaan pusat ITB, Anda mungkin akan bertemu dengan beberapa mahasiswa yang sangat piawai bicara masalah sosial, paham kerakyatan, dan sosialisme.
Mereka begitu menggemari ajaran-ajaran Marxisme, Leninisme, Sosialisme, atau bahkan Komunisme. Bahkan mereka sangat bangga bisa mempelajari ideologi yang sangat diharamkan pemerintah orde baru.
Mereka belajar diam-diam. Sumber bacaan yang mereka dapatkan pun rata-rata tidak resmi. Selanjutnya mereka berdiskusi di mana-mana. Di ruang baca perpustakaan, di kantin, di student center, di tepi lapangan basket, atau di mana saja mereka bisa berkumpul.
Selanjutnya mereka mengaktualisasikan segenap pemikiran itu ke masyarakat secara nyata. Ada yang menjadi pendamping kaum buruh, petani, pedagang kaki lima, dan golongan marjinal lainnya. Atau bisa jadi mereka menjadi motor aktivis demonstrasi rakyat. Konon golongan seperti inilah embrio gerakan mahasiswa yang pro kerakyatan.
Memang sejak kegagalan kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia tahun 1965, segala bentuk pemikiran kiri selalu ditindas. Gembong-gembong yang dicurigai aktor intelektual diburu dan dihabisi. Sementara kroco-kroconya ditangkap, dipenjara, dan dicuci otaknya.
Represi orde baru tak cuma kena ke pelaku utama. Simpatisan dan keturunan mereka juga kena getahnya. Hantu litsus (penelitian khusus) menjadi momok menakutkan bagi anak cucu mereka. Seorang teman yang orang tuanya anggota PGRI Non Vaksentral (organisasi guru di bawah PKI) dikeluarkan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara lantaran gagal lulus litsus.
Mereka dikucilkan laksana penderita kusta. Hak-hak mereka dikebiri. Hidup mereka diawasi seperti maling ayam. Karya-karya mereka dirampas, dibakar, dan disensor habis-habisan.
Saya sendiri sangat surprise melihat beberapa rekan saya yang bersemangat belajar tentang ajaran poros kiri itu, meskipun dengan cara-cara bawah tanah. Usaha mereka bukan tanpa resiko. Rezim orde baru adalah penguasa yang begitu bengis terhadap hal-hal anti kemapanan. Intel ditebar untuk mengawasi golongan yang berseberangan. Apalagi kaum penganut ide-ide sosialisme.
Begitulah, saya sungguh salut dengan perjuangan kawan-kawan saya ini. Mereka berani belajar tentang ide-ide yang diberangus oleh sebuah rezim. Sebab bagi mereka ideologi yang diharamkan tak selamanya buruk. Paham marxisme begitu indah karena memberikan kekuatan untuk selalu berjuang melawan kemiskinan. Bukankah sosialisme begitu dekat keberpihakannya pada kalangan marjinal?
Mitra bisnis online, terkadang kita dijepit oleh berbagai bentuk represi dalam bisnis. Baik itu monopoli, persaingan bisnis, ataupun intrik-intriknya. Seperti rekan-rekan saya yang terus belajar di tengah tekanan, mungkin kita harus memiliki spirit semacam itu. Senantiasa berjuang diam-diam hingga akhirnya menjadi pemenang.
Keberpihakan rekan-rekan saya pada kalangan grass root menyiratkan bahwa kekuatan kaum bawah tidak bisa dianggap enteng. Di dunia bisnis, terbukti pedagang kaki lima, bakul pasar tradisional, pebisnis kecil adalah golongan yang tahan terhadap berbagai krisis. Meski diburu kamtib, mereka masih dagang esok paginya. Walau pasarnya dibakar dan digusur, mereka bisa tahan berjualan dimana pun.
Jiwa seperti inilah yang mesti kita miliki. Ulet dan tahan banting senantiasa.
Bersama teman-teman yang berpikiran kiri itu, saya pernah berdiskusi tentang masalah-masalah sosial. Suatu saat saya ditodong dengan sebuah pertanyaan, “Kamu ini penganut ideologi kiri atau kanan?”
“Maksudnya?”
“Sosialis atau kapitalis?”
Saya yang kebingungan hanya menjawab sekenanya, “Saya Pancasilais yang oportunis.”
“Maksudnya?” Giliran teman saya yang kebingungan. Matanya mengawasi saya penuh curiga. Kata-kata “Pancasila” seperti menyiratkan saya adalah golongan berwajib atau intel negara yang ditugasi mengawasi gerakan mereka.
“Tenang, kawan,” ucapku sambil tersenyum, “Saya ini golongan kiri yang kekanan-kananan, sekaligus kanan yang kekiri-kirian. Pokoknya kanan kiri oke!”
Mereka cuma bisa melongo.
Salam Untung Nyata!
Artikel terkait :



27 komentar
pertamax dulu deh… bingung mau komen apa
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 3rd, 2010 at 8:49 pm
@Octa Dwinanda, bukankah pertamax itu komen, mas?
[Reply]
Wow. Artikelnya lumayan berat.


Baru tau kalau di ITB juga ada yang ngomongin ideologi. Soalnya selama ini kan ideologi itu urusannya fisip dan hukum.
Wibowo Tunardy´s last blog ..Google Search VS Google Adwords
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 3rd, 2010 at 8:45 pm
@Wibowo Tunardy, nggak berat kok mas… Saya hanya ingin memberikan ilustrasi situasi represif yang membuat kita malah bersemangat.
[Reply]
judul artikelnya mengingatkan saya pada film warkop hhehhe..

tp top banget isinya meski agak sedikit mudeng…
hakkyrohman´s last blog ..Bagaimana Membangun Mindset Bisnis Internet Dengan Benar Sejak Awal
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 3rd, 2010 at 8:46 pm
@hakkyrohman, thanks mas.
[Reply]
yg disembunyikan, bikin penasaran untuk dilihat
yg dilarang, bikin penasaran untuk dilakukan
dan seringnya yg sembunyi2 malah mengasyikan, mas…
suarakelana´s last blog ..Keong Racun Dan Bisnis Online
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 4th, 2010 at 10:10 pm
@suarakelana, yang ditindas itu yang bikin semangat!
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Kanan Kiri Oke
[Reply]
Endurance kali yah. Setiap pelaku bisnis entah level bawah ataupun atas butuh endurance atau ketahanan mengahadapi segala situasi dan tekanan. Bagai rumput itu, diinjek ato diapain tetep aja kuat
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 4th, 2010 at 10:12 pm
@arief maulana, jadilah seperti rumput yang meski diinjak dan dipotong, esoknya akan tetap tumbuh…
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Kanan Kiri Oke
[Reply]
[...] This post was mentioned on Twitter by Arief Maulana, Budhi K. Wardhana. Budhi K. Wardhana said: Bergaul dengan orang-orang kiri! @budhiwardhana Kanan Kiri Oke http://bit.ly/cSPrD3 [...]
hemm kalo liat sejarah ngeri juga ya dan yang saya ingat dari sekolah itu katanya ada juga petrus ya (penembak misterius) itu kalo gak salah eksekutornya lapangannya… hehehee
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 4th, 2010 at 10:13 pm
@Arief Rizky Ramadhan, pasti tukang ceritanya bikin cerita yang serem-serem ya?

Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Kanan Kiri Oke
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
August 5th, 2010 at 6:01 am
@Budhi Kusuma Wardhana, hhehehe iya mas biar takut sama pelajaran sejarah kali ya
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 7th, 2010 at 4:08 pm
@Arief Rizky Ramadhan, bener juga ya. Waktu kecil saya juga ditakut-takutin hal yang sama.
[Reply]
Mengapa dikotomi mengarah ke kiri dan kanan? Kok tidak ada aliran syariah ya?
Agus Siswoyo´s last blog ..Artikel Serius- Kajian Internet Sehat
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 4th, 2010 at 12:44 pm
@Agus Siswoyo, waktu itu poros ideologi hanya timur dan barat. Mungkin saat itu paham syariah belum terlalu diperhitungkan, mas.
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Kanan Kiri Oke
[Reply]
Hahaha…. jawaban yang asal ceplos membikin bingung

Spirit untuk berjuang demi kehidupan yang lebih baik memang merupakan modal kehidupa agar tetap bertahan dan eksis
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 4th, 2010 at 10:15 pm
@Erdien, saya juga bingung dengan jawaban saya sendiri. Saya inginnya netral.
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Kanan Kiri Oke
[Reply]
golongan putih atau hitam mas? wakakakaka
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 7th, 2010 at 4:08 pm
@Mas Hengky, abu-abu mas!
[Reply]
“Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s
”
[Reply]
kayak dono kasino aja kiri kanan
oke
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 7th, 2010 at 4:09 pm
@Wawan Purnama,
[Reply]
mau komen apa yah…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
August 7th, 2010 at 4:09 pm
@aming, komen apa aja, bebas kok mas!
[Reply]
setahu saya anak2 ITB memang kutu buku mas,jadi dia sangat lahap dengan pengetahuan yang ingin diketahui lebih dalam lagi
mobil pengantin´s last blog ..Hiasan pada Mobil Pengantin
[Reply]
Beri Komentar