Menulis Sepenuh Hati

Seni itu keindahan. Apa jadinya jika bisnis tanpa seni?
Setelah mendapatkan komentar dari Neng Nisye tentang tulisan-tulisan saya yang cenderung melankolis, saya jadi terpikir untuk membuat artikel ini. Apalagi setelah Mas Hengky ikut-ikutan menimpali kalau postingan saya lebih seperti karya anak sastra dibandingkan tulisan lulusan teknik.
Saya ingin flashback sejenak…
Ketertarikan saya pada dunia sastra bermula ketika kecil bapak mengajari saya membaca puisi untuk mengisi suatu acara. Beruntung saat SD saya mendapat bimbingan membaca puisi dari ahlinya, hingga saya bisa meraih juara di beberapa kontes.
Di sekolah menengah interest saya terhadap sastra dan teater kian menjadi. Saya biasa mengisi beragam pentas untuk berpuisi atau pagelaran drama. Pementasan puisi panjang Rendra seperti Khotbah, Sajak Seonggok Jagung, Nyanyian Angsa adalah yang paling saya ingat. Demikian juga dengan pementasan Lautan Jilbab-nya Emha Ainun Nadjib.
Pekerjaan seni memang menyenangkan. Tak heran dari beberapa festival drama tingkat kampung, saya menyabet beberapa gelar sebagai Pemeran Utama Terbaik dan Sutradara Terbaik. Di samping itu saya juga sempat menjadi ketua teater semasa SMA.
Selepas itu, peperangan batin melanda. Keinginan menjadi pekerja seni profesional harus bertarung dengan cita-cita lama menjadi seorang engineer. Karena selain seni pentas dan sastra, dunia maya yang saya gandrungi sejak belia adalah sains dan ilmu pasti.
Dari situ bersama beberapa rekan, kami pernah meraih prestasi membanggakan saat menjuarai Lomba Fisika tingkat Provinsi Jawa Tengah. Juga lomba Matematika dan Kimia. Salah satu patner saya saat itu adalah Agung Budiyono – si genius yang sekarang sudah meraih gelar Doktor Teknik di usianya yang masih muda dan kini bekerja sebagai dosen sekaligus peneliti di almamaternya, Tokyo University.
Begitulah, hidup memang harus memilih.
Demi cita-cita menjadi tukang insinyur, akhirnya saya harus mengorbankan keinginan menjadi pekerja seni profesional. Namun bawah sadar saya tetap bergejolak demi menumpahkan tulisan-tulisan dan pemikiran yang sedikit nyastra. Karenanya, setiap menulis dengan topik apa pun, saya ingin menyelipkan keindahan di balik percik pemikiran.
Mitra bisnis online, bisnis juga membutuhkan keindahan dan seni. Tengoklah bagaimana seni menjual, juga seni bernegoisasi dan komunikasi. Seni itu laksana warna-warni bagi dunia bisnis yang kaku dan beku.
Tanpa keindahan, bisnis tak lebih pertemuan dua pihak yang saling menjual dan membeli. Tak ada basa-basi. Tiada sendau gurau dan tawa ceria. Bukankah seni membuat segalanya begitu bergairah?
Enjoy dan nikmatilah bisnis seperti Anda menikmati keindahan. Mudah-mudahan seperti Anda menikmati tulisan saya. Jadi, ijinkanlah saya menulis dengan sepenuh hati. Dengan gaya melankolis katanya.
Salam Untung Nyata!
Artikel terkait :



25 komentar
kalo saya sih enjoy aja nikmati tulisan mas Budhi, terlepas irama tulisannya seperti apa

Ahmad IM-bisnis´s last blog ..Siap Menang Siap Gagal
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 11th, 2010 at 8:04 pm
@Ahmad IM-bisnis, terima kasih mas.
[Reply]
ngeblog ya ngeblog aja gan….
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 11th, 2010 at 8:05 pm
@mh, hahaha…
[Reply]
Di beberapa artikel yang Mas Budhi sajikan memang nampak jelas gaya seorang sastrawannya. Namun, di sisi lain saya juga berpersepsi bahwa itulah gaya seorang Jurnalis.

Alurnya selalu asyik menurut saya
====
Memang, seorang yang bergelut di bidang teknik kadang mengisi masa jenuhnya dengan berbagai segi untuk menghibur jiwanya, salah satunya melalui karya seni. Beberapa temen kuliah saya dulu juga seperti itu
Jiwa kita memang memerlukan sesuatu yang menghibur.
Ma’a Najah!
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 11th, 2010 at 8:07 pm
@Erdien, koreksi mas. Saya bukan sastrawan, cuma penikmat sastra.
[Reply]
dJumTKS Weblog´s last blog ..Penyulam terbaik tanpa lengan
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 11th, 2010 at 8:07 pm
@dJumTKS Weblog, mantap juga!
[Reply]
seni bisa diartikan sebagai kreatifitas
)
dalam bisnis tentu berhubungan dengan marketing. Marketing tanpa kreatifitas sama aja boong. Bisa dibilang marketing tanpa seni is bullshit… (habis baca bukunya ippho santosa nih
sekedar pemberitahuan nih mas. blog gadogado.info sekarang sudah dofollow…
gadogado.info´s last blog ..Akhirnya DoFollow Juga
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 11th, 2010 at 8:06 pm
@gadogado.info, boleh juga nih bukunya…
[Reply]
komentar ku hilang
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 11th, 2010 at 8:06 pm
@Octa Dwinanda, tenang mas… gak ilang kok…
[Reply]
Menulis dengan sepenuh hati, menulis dari pengalaman hidup kita, atau menulis tentang apa yang kita lihat, kita rasa dan kita dengar……….
Mulailah menulis….menulis untuk sebuah perubahan……..
Salam Silaturahim From Bekasi….


Fauzi´s last blog ..How Can I Make Money From Blogging? Is It Possible To Make A Living Running A Blog?
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 12th, 2010 at 4:14 pm
@Fauzi, menulis akan merubah dunia…
[Reply]
Pantesan deh kalo liat fotonya Mas Budhi saya sudah terbayang sejak awal kalo orangnya pasti punya jiwa dan citra seni. Mulai dari gaya rambut, pakaian, gaya duduk, dan sampai kepada caranya tersenyum. Saya sudah punya dugaan itu sejak awal.
Soal tulisan, saya justru sangat mendukung tulisan dengan gaya seperti itu. Selain merupakan minat, juga merupakan ciri. Saya kira, seni bisa masuk atau disisipkan pada banyak aspek, termasuk juga tulisan. Saya justru amat menyukainya…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 12th, 2010 at 4:44 pm
@Khery Sudeska, wah mas sudeska ini bisa aja. Terima kasih atas apresiasinya terhadap tulisan saya.
[Reply]
Itu ciri khas mas Budhi.
Saya suka gaya dan tata bahasanya.
Awalnya saya maklum org jurnalis.
Tapi kini, rahasia dah terungkap…

Ini tho rahasianya…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 12th, 2010 at 8:24 pm
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, wah buka dapur nih…
[Reply]
netmild´s last blog ..Tombol pintas pada Google Chrome
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 12th, 2010 at 8:25 pm
@netmild, kreativitas pribadi yang bisa dinikmati oleh orang lain juga. Itulah seni untuk masyarakat.
[Reply]
kalau ada seni semuanya jadi enak dan indah, bisnis dan hidupun jadi lebih enak, dari pada tanpa seni, kosongg

Maksum Priangga´s last blog ..Mau blogging ? Belajar dari Raditya Dika si Kambing Jantan
[Reply]
orang yang tidak punya jiwa seni adalah orang yang tidak berperasaan. itu yang saya ingat.
[Reply]
Setiap orang punya ciri khas dalam penulisan. Dan itu adalah hak masing-masing blogger untuk memberi warna dalam tulisannya. Saya tidak ambil pusing kalau ada yang mengatakan tulisan saya allay, murahan dan sejenisnya. It’s me. Itu saja.
Agus Siswoyo´s last blog ..(Lanjutan) Kisah Seorang Blogger
[Reply]
ajarin nulis dong fren…
[Reply]
seni bisa berasal dari mana saja, bentuknya pun beragam, salah satunya dapat dituangkan melalui tulisan.. seseorang sebenarnya memiliki jiwa seni di setiap pribadinya hanya saja kepekaan yang kurang, ada juga seseorang yang dilahirkan memang dengan jiwa seni yang special (benar2 hidup untuk seni).. kita lakukan apa yang menurut kita benar n selama gak merugikan orang lain..
[Reply]
Beri Komentar