Mimpi Atau Nyata?
Adakah batas antara impian dan kenyataan? Coba ambil satu kata sifat, ramulah menjadi sebuah iklan, dan biarkan konsumen mengolahnya dalam imajinasi. Apa yang terjadi?
Istri saya mendadak uring-uringan. Semuanya lantaran sebuah cerpen yang saya tulis dan share di facebook dan blog pribadi. Ceritanya sederhana saja. Tentang tokoh aku yang begitu memuja seorang gadis sampai mati.
Sebuah sms mampir di handphone saya. Isinya singkat.
“Cerpenmu bagus sekali, tapi itu buat hatiku sakit. Kamu selingkuh ya!”
Deg, alamat bakalan perang dunia nih! Sayapun hanya menjawab pendek.
“Kenapa harus sakit, ini kan hanya sebatas fiksi?”
Tapi sepertinya istri saya tidak bisa menerima pembelaan sederhana ini. Dia tak lagi menjawab sms saya. Bahkan tak mau mengangkat handphonenya. Saya hanya bisa menghembuskan nafas panjang.
Pernahkah Anda mengalami masalah seperti yang saya alami?
Terkadang pertikaian timbul karena orang sulit membedakan antara fiksi dan fakta. Bayangkan saja, istri saya bisa saja ngomel kiri kanan lantaran melihat sinetron di televisi. Atau ikut-ikutan tegang menyaksikan reality show yang sebenarnya sudah direkayasa.
Memang saya sungguh salut dengan para sutradara yang mampu memanipulasi perasaan orang. Saya acungi jempol bagi para aktor dan aktris yang bisa mengguncang emosi penonton. Hal yang sama juga saya tujukan kepada para penulis, novelis, dan sastrawan yang mampu menghasilkan karya fiksi seolah benar-benar nyata.
Seorang cerpenis kondang, Seno Gumira Ajidarma, bahkan pernah menyindir pemerintah orde baru yang terlalu sensitif dengan membredel karya-karya fiksi, seperti novel, teater, film, lagu, tarian, dan buku hanya karena memiliki paham yang berseberangan. Padahal semuanya itu hanya imajinasi dan bukan kenyataan sebenarnya.
Manusia memang memiliki perasaan halus dan imajinasi yang luar biasa. Saking hebatnya, bisa saja semua menjadi terbolak-balik. Kisah fiksi dianggap nyata. Peristiwa fakta justru menjadi maya lantaran imajinasi berlebih.
Sang Penggoda Indonesia, Prie G.S., dalam sebuah acara di Radio mencurahkan kegelisahannya terhadap sang istri yang berimajinasi keterlaluan. “Masak hanya karena kumis saya sama dengan kumis Antasari Ashar (mantan ketua KPK yang terkena kasus pembunuhan), istri saya membayangkan jangan-jangan nasib saya juga bakalan sama. Kalau nasibnya sama, jangan-jangan kelakuannya juga sama…”
Begitulah manusia. Fiksi dan fakta menjadi begitu samar. Imajinasi dan kenyataan nyaris tak berbatas.
Mitra bisnis online, apa yang bisa Anda manfaatkan dari fenomena ini bagi bisnis Anda? Jika Anda ingin memasarkan produk, cobalah sentuh perasaan si pembeli. Tak ada manusia yang sempurna. Konsumen senantiasa mendambakan dan memimpikan sesuatu yang lebih. Kulit yang halus, rambut yang indah, badan sehat berotot, penghasilan yang lebih banyak, dan lain-lain.
Jika Anda kesulitan memilih topik marketing Anda, coba pilih satu kata sifat dari kamus. Olah dengan kalimat yang menggoda dan biarkan si konsumen meramu dengan imajinasinya. Dijamin produk Anda memiliki daya gedor luar biasa. Contoh sederhana adalah produk kosmetika Ponds yang menyajikan imaji mampu memutihkan kulit wajah alami. Tentu perempuan Indonesia akan terbuai dengan mimpi akan memiliki kulit wajah yang putih, sehat, dan cantik.
Kembali lagi ke kasus cerita pendek saya diatas. Sebenarnya ini adalah peristiwa yang lumrah terjadi. Seorang isteri bisa jadi cemburu terhadap tokoh fiksi dalam cerita yang dibuat pasangannya. Bahkan penulis sekaliber Arswendo Atmowiloto juga pernah curhat tentang isterinya. Seingat saya mantan Pemimpin Redaksi Tabloid Monitor itu pernah berujar,”Isteri saya cemburu setiap kali saya membuat cerita tentang wanita, sebab dia menyangka bahwa saya sedang jatuh cinta dengan wanita lain.”
Begitulah. Imajinasi memang bisa melampaui segalanya.
Lalu, apakah saya bisa disebut sebagai penulis cerpen yang berhasil, hanya lantaran mampu membuat perasaan istri saya teraduk-aduk, sehingga menganggap karya fiksi ini sebagai fakta?
Biarlah istri saya saja yang menjawabnya. Yang jelas malam ini saya harus menyiapkan beragam jawaban untuk menangkis cecaran pertanyaan isteri saya perihal cerita pendek itu. Terserah dia apakah alasan fiksi atau fakta yang nantinya dia percaya. Atau jangan-jangan dia tak lagi mempercayai semua alasan saya. Gawat!
Salam Untung Nyata!
Catatan : Tulisan ini pernah saya publikasikan di Ripiu.com dengan editing seperlunya.




55 komentar
Mudah-mudahan dia percaya y Mas….??/
dafiDRiau´s last blog ..11 Kata Bijak untuk Kesuksesan anda
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 22nd, 2010 at 1:44 pm
@dafiDRiau, wah cepet amat mas! Baru dipublish sudah comment.
[Reply]
mimpi yang jadi nyata…tetap bersabar lebih baik
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 22nd, 2010 at 8:49 pm
@Ahmad IM-bisnis, wise comment mas.
[Reply]
Wah, kalau gini ceritanya saya berhenti saja dari profesi penulis. Mending nggak nulis daripada didiamkan isteri.


Agus Siswoyo´s last blog ..Menerapkan Nilai Budaya Dalam Menulis Artikel
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 22nd, 2010 at 9:40 pm
@Agus Siswoyo, ini namanya resiko profesi, mas. Mungkin ini alasan kenapa dulu istri saya tidak setuju saya jadi wartawan.
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
April 24th, 2010 at 7:49 am
@Budhi Kusuma Wardhana, nah lho, kok jadi cucol nih…

Sebenarnya setiap profesi ada resikonya. dan kebetulan resiko penulis adalah berhubungan dengan emosional, pikiran dan perasaan. Jadi efeknya lebih terasa ke perilaku.
Agus Siswoyo´s last blog ..Menerapkan Nilai Budaya Dalam Menulis Artikel
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:26 pm
@Agus Siswoyo, setuju mas
[Reply]
kunjungan perdana pak

[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 23rd, 2010 at 12:05 pm
@arif, selamat datang mas.
[Reply]
memicu imajinasi, hmm…. sepertinya kasus mas Budhi ini bisa jadi SOP cara menguji kemampuan menulis, apakah sudah mampu memicu imajinasi orang atau belum.
suarakelana´s last blog ..Berkubanglah Hingga Penuh Lumpur
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 23rd, 2010 at 12:11 pm
@suarakelana, hehehe
[Reply]
Motivasi Besar dari Seorang Blogger…
Motivasi Besar bisa datang dari mana saja, termasuk dari seorang blogger. Ini yang saya rasakan saat ini; pagi 22 April 2010– saya menerima kiriman dari seorang Blogger yang saya kagumi. Kiriman itu berupa buku mengenai bisnis online. Sebenarnya …
Hmmm….Patut ditiru nih kayaknya
2R´s last blog ..Mengapa Orang Kaya Raya DiIndonesia Kebanyakan Keturunan Etnis China???
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 23rd, 2010 at 12:12 pm
@2R, ditiru apanya mas?
[Reply]
waduh… bahaya juga ya. Mungkin yang lebih aman adalah menulis yang menggugah imaginasi tapi tidak berpotensi menimbulkan fitnah…..
insya Allah dipercaya mas.. kan mas Budhi emang ga selingkuh, bukan…
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 23rd, 2010 at 12:16 pm
@online-business-story.com, itu resiko jadi penulis mas. masak seorang penulis cerita drama percintaan harus selingkuh dulu supaya bisa menulis…
[Reply]
udah damai kan mas??hehehe
bisa aja tuh nyambungin ke dunia bisnis
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
April 23rd, 2010 at 12:19 pm
@hakim, udah damai dong mas. yang penting keterbukaan. tapi nyambung kan?
[Reply]
udah lama nih ga berkunjung ke blog mas budhi..
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:26 pm
@Arief Rizky Ramadhan, berkunjung lagi dong rief…
[Reply]
salam sahabat
semoga semuanya bisa jadi nyata dan indah pada waktunya
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:27 pm
@Gus Ikhwan, salam juga sahabat. semoga saja…
[Reply]
kayaknya ini kunjungan pertamaku deh… numpang baca-baca dulu ya mas….


[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:28 pm
@trieand, silakan disimak mbak. Apa kabar kudus?
[Reply]
hahahahahahaha ! perempuan perempuan….. fiuhhhhhh di satu sisi seneng dicemburuin, di satu sisi kadang bikin kesel juga ( sok sudah mengerti hidup bersama perempuan ).
btw, udah damai mas sekarang ?
Khalid Abdullah´s last blog ..Tunggu Saja Sampai Otakmu Membentuk sistem itu,… ( Jawaban )
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:28 pm
@Khalid Abdullah, begitulah perempuan mas. Kadang ngambek, kadang baikan lagi.
[Reply]
wah beneran deh mas, gak kebayang tuh bisa cemburu beneran
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:29 pm
@candradot.com, ya begitulah perempuan mas. hehehe….
[Reply]
Hmm..menjual produk dengan imajinasi nih..
Kenali identitas Calon Pembeli´s last blog ..Kenali Identitas Calon Pembeli
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:30 pm
@Kenali identitas Calon Pembeli, akan lebih mudah menjual dengan mengikutkan imajinasi mas.
[Reply]
imajinasi yang tinggi
ajie´s last blog ..Tim Popda SMK NEGERI 3 TEGAL
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:31 pm
@ajie, itulah manusia…
[Reply]
jadi ngeri kalau udah berkeluarga..he..he..
saya belum nikah pak jadi g bisa kasih apa2. ehm… moga tetap langgeng aj dech pak.. amin..
salam kenal pak
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:31 pm
@ismail, jangan ngeri mas. Begitulah resiko hidup berkeluarga.
[Reply]
Sepertinya anda juga sudah mendekati level sutradara sinetron/reality show nih,hehehe….lha itu, udah ada satu korban yang terhipnotis ama karya anda,hehehe….salam kenal mas
mampir balik y…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:32 pm
@ruang opini, mas saya cuma sutradara kelas kampung nih…
[Reply]
hehehe…klo bikin cerpen lagi libatkan aja istrinya mas, jadiin editor ato apa, biar g berabe lagi,hehehe…
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
April 30th, 2010 at 11:55 pm
@adin, saran yang bagus, tapi harus siap-siap jadi robot…


Agus Siswoyo´s last blog ..Warna-warni Kontes Menulis
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:33 pm
@adin, bener juga mas, tapi bakalan kena sensor abis-abisan
[Reply]
Membedakan fiksi dan fakta bisa membuat situasi menjadi kacau. Kalau dalam bisnis mungkin antara logika dan emosi kali yah. Saat ga bisa dibedakan bisa bahaya banget
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:34 pm
@arief maulana, ide tulisan ini dari tulisan sastranya SGA dan curhatannya Mas Wendo (Arswendo Atmowiloto). Lha kok mirip dengan saya ya?
[Reply]
Bisa dijadikan pembelajaran untuk blogger yang sudah berpasangan (baca: menikah). Untuk lebih berhati-hati dalam melibatkan Istri dalam dunia blogging.
Dari pengalaman pribadi saya, betul sekali apa yang mas Budhi bilang. Para Istri mudah terpengaruh dan terimajinasi ke hal-hal negatif bila melihat tayangan sinetron.
Di sini kita sebagai para suami dituntut untuk peka tingkat tinggi untuk memberikan pengertian terhadap para Istri bahwa cerita fiksi baik di tayangan tv maupun surat kabar offline maupun online tersebut hanyalah rekaan dan bukan kenyataan.
Dan bila memang ada kemiripan itu memang bukan suatu kesengajaan.
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:36 pm
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, salah satu yang bikin jengkel adalah Infotaiment (selain sinetron murahan). Ini yang bisa memicu imajinasi berlebihan sang penonton.
[Reply]
Berbagi cerita, berbagi berita Reply:
May 6th, 2010 at 8:37 pm
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, Setuju,,,.. bro tapi bukan cuma yang sudah menikah, yang masih pacaranpun harus hati-hati

Berbagi cerita, berbagi berita´s last blog ..Cara Lain Mempercepat Koneksi Internet
[Reply]
Selamat buat mas Budhi, tulisan Anda menjadi salah satu pemenang Kontes Menulis di blog saya. Silakan cek di sini:
http://agussiswoyo.com/2010/05/02/pengumunan-pemenang-kontes-menulis/
Agus Siswoyo´s last blog ..Pengumunan Pemenang Kontes Menulis
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 3rd, 2010 at 2:37 pm
@Agus Siswoyo, Thanks berat mas Agus. Hadiah buat tulisan mas Agus juga sudah saya kirimkan.
[Reply]
Wanita pakai perasaan gan, padahal kita hanya niat menghibur orang lain malah kena damprat dari pasangan kita. kita sebagai kaum adam harus tau, sebab banyak terjadi pertengkaran karena kita kurang memahami perasaan wanita
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 6th, 2010 at 7:06 pm
@Pusat Grosir, hmm mungkin juga ya…
[Reply]
hmmm, membaca tulisan ini saya jadi teringat dengan tanggapan teman teman mengenai sajak sajak yang saya publish di blog dan catatan FB saya. Mereka beranggapan, karya adalah cerminan jiwa, jadi yang di tulis adalah isi hati. Banyak yang tidak menyadari selain sebagai cerminan jiwa, karya juga merupakan cerminan dari imajinasi penulis yang tiada batas.
herlina mutmainah´s last blog ..Apakah Readbud.com adalah scam???
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
May 6th, 2010 at 7:07 pm
@herlina mutmainah, jadi imajinasi dibalas dengan imajinasi?
[Reply]
Makanya saya ngga mau nulis yang aneh2 di situs jejaring sosial yang saya ikuti…… Tapi sekarang udah amankan bro….


Berbagi cerita, berbagi berita´s last blog ..Cara Lain Mempercepat Koneksi Internet
[Reply]
We admire the valuable information a person provide in your own posts. I will search for your own blog and possess my children upward right here often. I am quite certain they will learn lots of brand new things here than anyone else!
[Reply]
hahaha memang harus berhati-hati dalam menulis:sip:
[Reply]
Haha, cemburu kayanya ni, lebih hati2 sekarang mah gan, wanita mah sensitif. haha, salam kenal.
[Reply]
Beri Komentar