Roda-Roda Bisnis
Seperti pepatah lama, hidup itu bagaikan roda yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Sama halnya dengan bisnis, suatu waktu dapat untung berjuta-juta, lain tempo bisa jadi rugi berjuta-juta.
Suatu hari saya mengunjungi pusat penjualan tanaman hias di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dekat rumah. Hati saya sangat miris menyaksikan beberapa lapak yang terbengkalai ditinggal pemiliknya. Beberapa terpampang tulisan di depannya DIJUAL MURAH.
Saya ingat sekali dulu lapak-lapak ini begitu menarik hati, sarat tanaman hias warna warni. Harga tanamannya pun bisa mencapai puluhan atau ratusan juta rupiah. Bahkan bandrol sebagian tanaman menyentuh sepuluh dijit. Wow!
Dua tahun lalu tanaman sekelas anthurium jenmani dihargai ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Begitu juga tanaman aglaonema kelas atas yang harganya selangit. Belum lagi tanaman eksotik lain, seperti adenium, pachypodium, euphorbia, philodendron, anggrek, dan lain-lain.
Namun, kejayaan tanaman itu telah berganti. Pemandangan getir di hadapan mata saya ini membuktikan bahwa hidup tak selalu ada di atas.
Mitra bisnis online, hal serupa juga terjadi di bisnis internet. Awal millenium ini booming internet melanda dunia. Tak ketinggalan Indonesia yang juga terkena imbasnya. Eforia gaya hidup dunia maya membuat para pebisnis rame-rame menanamkan modalnya di internet.
Banyak investor menggelontorkan dananya ke bisnis media online. Beberapa mencoba bermain di perdagangan elektronis. Ada juga yang membuat beragam situs infotainment dan lifestyle serta website social media. Bicara situs lokal generasi itu, pastilah kita kenal astaga.com, satunet.com, satulelaki.com, satuwanita.com, bhinneka.com, kopitime.com, glodokshop.com, kafegaul.com, detik.com, sanur.com dan masih banyak lagi.
Namun, ternyata tren ini memang ada masanya. Beberapa situs mulai berguguran dan tak terdengar lagi. Kenapa? Alasan paling klasik karena kekurangan modal, tak mampu bersaing, dan berkurangnya peminat. Saat itu pasar maya di Indonesia memang terlahir prematur.
Seorang pebisnis tangguh justru diuji ketika menghadapi krisis. Seorang teman SMA saya yang sedari dulu nyemplung menjadi enterpreneur sempat berucap, “Pengusaha sekarang lembek. Mereka hanya mau suksesnya saja, tapi nggak mau merasakan jatuh!”
Begitulah. Seperti sebuah kehidupan, bisnis memang laksana putaran roda. Jangan pongah ketika di puncak. Juga jangan takut terjerembab. Jadilah enterpreneur tahan uji sekaligus cerdas, yang mampu mengubah petaka menjadi sebuah peluang di masa depan.
Karenanya, saat ini saya justru membeli tanaman hias yang dulu berbandrol selangit. Saya percaya tren akan selalu berulang. Jika saat ini tren tanaman hias sedang tak disukai, mungkin saja beberapa tahun lagi kecintaan terhadap tanaman ini bakal muncul lagi. Siapa tahu?
Salam Untung Nyata!
_______________________________________
Catatan :
Foto ilustrasi diambil dari http://2.bp.blogspot.com/_fzLtOTV-ASQ/Shv53gnWhtI/AAAAAAAAAQU/k5mB5CFVrH8/s400/roda-kehidupan.jpg
Artikel terkait :



26 komentar
makanya kita harus tawakala setelah berusaha mas

annosmile´s last blog ..Ambarawa Steam Locomotive Museum
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 28th, 2010 at 11:59 am
@annosmile, betul mas, memang harus tawakal dalam menjalankan bisnis.
[Reply]
wah,,, terkadang hidup kita cepat berputar ya mas…Yang penting terus berusaha,bersemangat, dan biarkan waktu menjawab setiap kerja keras kita.. Mantab..
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 28th, 2010 at 12:00 pm
@Agus, kerja keras dan kerja cerdas Mas!
[Reply]
Setuju mas, namanya roda berputar tentu adakalanya di bawah, tapi saya juga yakin dan percaya suatu saat nanti kita akan di atas. Salam sukses dan salam kenal.
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 28th, 2010 at 12:01 pm
@SaipulHamdi(dot)com, Salam kenal juga Mas. Sukses selalu.
[Reply]
siap2 berada di atas mas…


kalo di bawah sih sudah biasa hehehe…
btw fotonya keren…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 28th, 2010 at 12:01 pm
@IwanKus, bener kadang yang belum siap adalah mental jadi orang kaya ya?
[Reply]
yap memang harus siap dibawah dan siap diatas, dua2nya ada konsekuensinya, harus siap juga

pasutrisatu´s last blog ..Dilarang Menangis Disini!
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 28th, 2010 at 12:03 pm
@pasutrisatu, wuih domain baru mas. kenapa gak pake pasutrisatu.com? Brandnya padahal udah nyantol lho?
[Reply]
pasutrisatu Reply:
January 28th, 2010 at 8:54 pm
@Budhi Kusuma Wardhana, jadi ada ide kontes domain, biar blog saya serasa milik bersama blogger lain nantinya

pasutrisatu´s last blog ..Dilarang Menangis Disini!
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 29th, 2010 at 12:48 pm
@pasutrisatu, ayo mas… jadi penasaran ingin ikutan!
[Reply]
begitulah mas…ya semoga kita selalu siap untuk berada di posisi manapun saat roda sedang berputar…bukan hanya siap..tapi juga bisa melakukan yang terbaik, saat keadaan apapun…
salam hangat..
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 28th, 2010 at 8:16 pm
@Sumber Inspirasi, siap sedia dalam kondisi apapun. berat sekali ya?
Salam hangat juga…
[Reply]
Sangat penting jika kita bisa Fokus pada apa yang telah kita rintis, masalah Booming biasanya hanya sesaat, patut sebagai contoh Mbah surip yang Baru berhasil, pada usia senja, atau pemilkik KFC
dafiDRiau´s last blog ..Update Terbaru SMUO
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 28th, 2010 at 8:18 pm
@dafiDRiau, kita harus jeli melihat peluang. Mana eforia sesaat, mana trend yang berkelanjutan.
[Reply]
wah saya di daerah bonang mas budhi… kapan-kapan ketemuan di sumarecon yuk
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 29th, 2010 at 12:46 pm
@Arief Rizky Ramadhan, yuk mas. Kapan?
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
January 29th, 2010 at 7:15 pm
@Budhi Kusuma Wardhana, terserah mas aja.. hehehe saya kan ga sibuk-sibuk amat.. jadi terserah mas budhi aja
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 29th, 2010 at 8:27 pm
@Arief Rizky Ramadhan, minggu ini aku nggak bisa mas. Minggu depan gimana?
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
January 29th, 2010 at 10:28 pm
@Budhi Kusuma Wardhana, hehehe kalo udh selesai kontes review mas hengky aja deh kalo gitu
Kalo lagi di bawah, percepat putaran rodanya. Kalo lagi di atas, tahan deh biar gak cepet2 muter. Salam kenal mas Budhi
suarakelana´s last blog ..Merencanakan Titik Balik Kehidupan
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 29th, 2010 at 8:27 pm
@suarakelana, salam kenal juga. boleh juga idenya. hehehe…
[Reply]
selain harus than banting, mampu bangkit saat jatuh, seorang pbisnis juga dtuntut kreatif.. kalo gak? mati deh…
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
January 29th, 2010 at 12:47 pm
@Ardy Pratama, bener mas tahan banting adalah sebuah keharusan.
[Reply]
[...] tulisan mas Budhi K. Wardhana (dengan sedikit perubahan)..”hidup itu bagaikan roda yang berputar. Kadang di atas kadang di [...]
Beri Komentar