Utang Oh Utang…

Negara saja utang, apalagi kita?
Seorang supervisor tim EDP (Electronic Data Processing) di kantor tempat saya bekerja kerap menggeleng-gelengkan kepala. Apa pasal? Dia tak habis pikir dengan kelakuan anak buahnya yang setiap bulan mengajukan pembukaan kartu kredit. Tentunya dari bank yang berbeda-beda.
Usut punya usut, ternyata anak buahnya telah terjerat utang kartu kredit. Awalnya dia apply kartu kredit hanya untuk memudahkan proses belanja. Namun, lama kelamaan dia tergoda untuk membeli barang-barang konsumtif. Dengan kartu belanja segalanya memang menjadi sangat gampang. Tak perlu berpikir panjang, tinggal gesek kiri kanan, maka barang-barang idaman sudah ada di tangan.
Tanpa disadarinya utang kian bertumpuk. Omelan, makian, dan intimidasi debt collector menjadi santapan setiap hari. Alhasil, tak ada cara lain, maka dia harus gali lubang tutup lubang. Pinjam uang bayar utang. Gajinya pun nyaris tak bersisa cuma untuk melunasi utang. Sungguh mengenaskan.
Tahukah Anda bahwa berdasarkan data Bank Indonesia, total utang negara kita mencapai lebih dari Rp. 1,694.49 triliun? Artinya apabila dibagi dengan total jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan sekitar 250 juta, maka masing-masing kepala harus menanggung sekitar 6.8 juta rupiah. Luar biasa! Seorang bayi yang baru mecotot lahir langsung dibebani utang segitu banyak. Ironis memang.
Mitra bisnis online, apakah utang itu buruk? Jika Anda membaca beberapa buku bisnis dan kiat menjadi pengusaha sukses, justru utang adalah sarana untuk membangun kekayaan dan kesuksesan. Caranya? Tentu dengan mengalokasikan utang pada usaha dan barang produktif yang akan membangun aset Anda.
Tak perlu takut berutang ke bank yang bunganya barangkali bisa mencapai 30 persen setahun. Toh itu akan tertutupi jika Anda yakin utang tersebut bisa dipakai mengembangkan bisnis dengan profit 10 persen sebulan.
Begitulah, kita harus cerdik mengatur cash flow usaha, termasuk mesti pintar mengatur alokasi utang ke usaha-usaha produktif. Jika Anda terpaksa berutang untuk barang-barang kebutuhan konsumtif, pastikan Anda punya kemampuan untuk melunasinya.
Biasanya orang langsung gelap mata saat melihat barang yang diinginkannya. Beragam cara diusahakan agar barang itu menjadi miliknya. Tak peduli meskipun dengan cara berutang. Namun, setelah itu mereka baru blingsatan ketika utang itu pelan-pelan menjerat leher.
Hari ini saya baru menandatangani surat pengikatan kredit pemilikan rumah di Kantor Pemasaran BSD Serpong, Tangerang Selatan. Dan beginilah nasib saya sebagai kalangan menengah yang serba tanggung. Dibilang kaya tidak bisa. Disebut miskin juga tak mungkin.
Demi memenuhi kebutuhan rumah layak dengan lingkungan nyaman, tentu saja harga menjadi kendala utama. Satu-satunya solusi dengan mengajukan pinjaman ke bank. Untuk itu, beragam syarat harus saya penuhi termasuk melengkapi berbagai dokumen yang mesti didapat melalui tetek bengek birokrasi.
Saya hanya berpikir jika harta saya banyak pastilah saya tak akan berutang. Tak perlu harus menyediakan sejumlah uang setiap bulan untuk disetor ke bank. Tak harus dikenai denda dan penalti apabila terlambat membayar. Tak mesti dibebani bunga pinjaman yang meski sedikit namun lambat laun bisa menjadi bukit.
“Maaf Pak, ini adalah cicilan yang harus bapak bayar selama dua puluh tahun,” ujar petugas bank sembari menyodorkan secarik kertas ke saya. “Silakan bapak tanda tangan di sini.”
Saya tertegun menatap angka tujuh dijit yang mesti saya bayar setiap bulan. Pastilah bukan angka yang sedikit jumlahnya bagi saya. Namun, apa saya punya pilihan? Sejenak saya lirik wajah istri saya sekedar meminta formalitas persetujuan. Akhirnya dengan sedikit gemetar saya tanda tangani dokumen itu.
Lalu, entah kenapa mendadak saya butuh sapu tangan untuk melap keringat yang tiba-tiba membanjiri dahi saya.
Salam Untung Nyata!
Artikel terkait :


37 komentar
Awwalan dulu ah Mas
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
June 28th, 2010 at 9:30 pm
@Erdien, nebeng dong kang…

[Reply]
Kalo dalam kasus seperti Mas Bud ini, itu namanya berutang karena berkah Mas Masih bisa berutang berarti masih dipercaya sama orang. Iya kan Mas?
Sukses Mas, kalo dah begitu mah semuanya insya Allah lancar.
Ma’a Najah!
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 28th, 2010 at 5:27 pm
@Erdien, Amin Mas

Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
waduh kalo bayi baru lahir udah ditagih segitu sih kapan mau keluar dari rumah sakitnya
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
June 27th, 2010 at 12:10 am
@Arief Rizky Ramadhan, balik ke perut Bunda lagi aja….

[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
June 29th, 2010 at 8:36 pm
@Agus Siswoyo, nasi sudah jadi sego kucing… mau apalagi mas ? numpang brojol aja harus bayar…

[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:00 pm
@Arief Rizky Ramadhan, hehehe… beginilah nasib negeri miskin… (bukan lagi berkembang)
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
hanya bisa berucap…hati2 berutang…dan kalo pun kepepet utang, bijak dalam memanfaatkannya

Catatan Blogger Amphibi´s last blog ..Yuk Bikin Screenshoot
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:02 pm
@Catatan Blogger Amphibi, komentar yang bijak mas!
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
Jujur saja, saya belum berani ambil hutang. Alhamdulillah sejauh ini masih bisa beli kontan.
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:05 pm
@Agus Siswoyo, jangan takut ngutang mas. Sejak kerja di bank, saya jadi berani ngutang.

Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
Agus Siswoyo Reply:
June 30th, 2010 at 11:17 pm
@Budhi Kusuma Wardhana, ada seninya ya? boleh dong dibagi.
Agus Siswoyo´s last blog ..Plugin dan Tips Untuk Memaksimalkan Performa dan Kecepatan WordPress
[Reply]
saya sama kek mas Agus, mending beli kontan. Tapi klo yg di beli rumah ya sulit mas
jadi inget sarannya Safir Senduk, financial planner. Klo utang max 30% gaji kita. Jangan lebih. dan sebaiknya hutang untuk hal produktif, bukan konsumtif
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:14 pm
@arief maulana, ya mas 30% itu adalah IIR. Kebetulan saya ngutang di bank tempat saya kerja. Jadi bisa dapat special rate. Meskipun begitu, tetep saja cicilannya bikin nyesek juga…
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
Ada kalangan para pekerja yang bilang kalau gak punya hutang, gak semangat kerjae. .
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:15 pm
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi,


Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
ada cara untuk mengubah utang menjadi untung nyata mas? bagi2 tips nya dong..
[Reply]
mastyo Reply:
June 28th, 2010 at 2:34 am
@Mas Hengky, ngintip aaahhh….
mastyo´s last blog ..Kisah Seorang Blogger Episode 9
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:17 pm
@Mas Hengky, udah baca buku the power of ngutang mas?
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
balik lagi mas utang produktif atau utang konsumtif?
saya sudah pernah a’terjerat di kedua-dauanya”.
menrut saya, tidak masalah berhutang, asal niat dan tujuan yang baik. bisa produktif dan bisa membayar..
Fadly Muin´s last blog ..Kontes Menulis Peribahasa
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:31 pm
@Fadly Muin, bener mas. Saya udah niat buat ngutang. Tapi pas tanda tangan keder juga.
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
yang membuat kartu kredit berbahaya adalah bunganya yang sangat mencekik nasabahnya. apalagi ditambah dengan bunga denda dan lain-lain. Alhamdulillah selama menggunakan kartu kredit, ga pernah kena bunganya. Karena kartu kredit bagi saya hanya sebatas penunda pembayaran saja. Sebelum jatuh tempo selalu saya lunaskan.
Jadi selama ini kartu kredit sangat membantu sekali bagi saya. Mudah2an tidak terjebak dengan “kemewahan-kemewahan” yang selalu ditawarkan oleh pihak kartu kredit dan mudah2an tidak terjebak hutang seperti cerita mas Budhi diatas
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:34 pm
@gadogado.info, mas, ada cerita seorang pengusaha bisa beli toko di mall dari utang kartu kredit. Dari situ ia bisa membangun bisnisnya menjadi luar biasa.
Budhi Kusuma Wardhana´s last blog ..Utang Oh Utang…
[Reply]
Fadly Muin Reply:
July 1st, 2010 at 11:40 pm
@Budhi Kusuma Wardhana, saya baca itu dimajalah pengusaha… bener,,bener banget
Fadly Muin´s last blog ..Tips Mempopulerkan Blog Yang Langgeng Sepanjang Masa
[Reply]
Hidup tanpa hutang bagaikan bibir tanpa lipstik mas Budhi….jangan takut berhutang …tapi takutlah tidak bisa membayar hutang sehingga memacu kita untuk berusaha lebih baik lagi dan bisa lepas dari hutang….Kisah blogger sudah disundul ke mas Budhi lho….cek TKP mas….qiqiqiqi
mastyo´s last blog ..Kisah Seorang Blogger Episode 9
[Reply]
Budhi Kusuma Wardhana Reply:
June 29th, 2010 at 4:32 pm
@mastyo, tenang mas, lagi nyari ide cerita…
[Reply]
Setuju mas, utang jika diolah dengan bagus dan membentuk barang yang produktif bisa jadi kita untung banyak. tapi jika utang itu dijadikan barang konsumtif.. siap2 aja kolap…lap… lap…



ismail´s last blog ..Nilai Positif Di Balik Ajang Piala Dunia
[Reply]
Sekedar saran Hindari Kartu Kredit, suatu saat akan menjerat anda.

Indovision´s last blog ..AORA – Satu Dunia Satu Impian
[Reply]
maaf mas, lom ada artikel baru ya mas
sukses mas ya
Catatan Blogger Amphibi´s last blog ..Blogger Indonesia dukung internet aman- sehat -amp manfaat
[Reply]
Artikel yang menarik sekali, semoga sukses selalu..thx,slm kenal
[Reply]
[Reply]
tapi ada untung dan ruginya juga mas dari berhutang.
kalau menurut saya hutang sama saja dengan menabung tetapi menabung dalam jangka panjang dan juga simpanan pokok mas yang berbunga.
salam kenal yah mas.
dan juga saya minta maaf karena baru kenal sudah berani ceramah, hehehe.
harits´s last blog ..Masalah dan Masalah
[Reply]
hutang itu harus benar2 direncanakan penggunaannya, jangan sampai kelilit sama utang

[Reply]
aku juga suka utang…

[Reply]
utang maupun piutang tergantung individunya juga sih mas, klo menyikapinya dengan bijaksana pasti bisa mendatangkan keuntungan untuk keduanya..
Lanjutkan
Toko Susu´s last blog ..Susu Formula
[Reply]
KPR baiknya di 5 -10 tahun mas, kalau 20 tahun rada riskan kita ga pernah tahu apa yang akan terjadi di tahun 11-12-13-dst
[Reply]
Beri Komentar